Feeds yang ada di cover fanfiction ini aku dapat dari instagram.com/tumblrxxfeeds_
Memang gak seharusnya aku bilang ff aku gaje,tapi memang gaje.Dan aku minta maaf kalo bahasa yang aku pake aneh,ada yang baku ada yang enggak.
Title ● Peace
Cast ● Im Nayeon (Twice) - Park Jihoon (Wanna One) - Xi Luhan (Ex Exo) - Tzuyu (Twice) - Jihyo (Twice) - Jaehwan (Wanna One) - Seohyun (SNSD) - Yuri (SNSD) - Yoona (SNSD)
Genre ● Schoollife,Romance,Drama
Lenght ● Chaptered (1)
Gogogo
At Coffe Day,Seoul 07.24 p.m
Humm...,gumam Nayeon yang hendak memesan kopi di kedai coffe bernama coffe day tersebut.Gadis berumur 18 tahun ini memang cukup lama berdiri di sana untuk memesan,sekitar 20 menitan lah.Memang saat masih pagi kedai kopi tersebut sangat sepi,jadi Nayeon memutuskan untuk membeli di pagi hari hingga ia bebas untuk memesan.Melihat perutnya yang langsing dan terawat kini muncul kopi yang ada di pikirannya.Ya! Americano...kopi yang selalu ia beli walaupun setiap kali memesan ia harus berdiri begitu lama sambil melihat menu kopi yang ada.
"Americano,satu"
"Ahh,Nona Nayeon,kau selalu membeli Americano dan selalu lama memesan"
"Ahh,Maafkan aku...."
"Ini Americano-mu,semoga harimu menyenangkan"
"Nde,gamsahamnida"
Ya! Nayeon,Im Nayeon,ia cukup terkenal karena ia adalah anak dari seorang konglomerat terkaya di asia.Ia juga menjadi gadis primadona yang sangat di idamkan semua pria kalangannya di sekolahnya,dan hanya 2 teman yang ia percaya,yaitu,Tzuyu dan Jihyo.Ia juga sangat mandiri,ia tidak pernah di antar untuk bisa pergi ke sekolah,ia hanya perlu menaiki bus.Walau,kerap kali ibunya memarahinya untuk jangan menaiki bus lagi,Nayeon tetap bersikeras agar tidak menjadi orang yang sombong.
Yahh,dimana ada orang baik disitu ada orang jahat! Kau pun tahu itu kan?.Musuh bebuyutan Nayeon adalah Seohyun!.Seohyun sangat membencinya.Memang Seohyun sangat iri kepadanya karena Nayeon memang gadis yang cantik.Tak lupa juga teman temannya,seperti Yuri dan Yoona juga pun ikut membencinya.Nayeon juga tidak terlalu memperdulikannya,Seohyun juga tahu kalau ia melukai Nayeon maka akan berdampak besar pada kehidupannya.
Tzuyu,ia adalah anak dari sahabat ayah Nayeon.Itu juga menjadikan mereka tampak begitu akrbab,bahkan mereka sudah seperti saudara.Jika ayah mereka pergi untuk berbisnis maka Nayeon dan ibunya mempersilahkan Ibu Tzuyu dan Tzuyu menginap.Mereka juga mempunyai 2 panggilan kesayangan!.Dimana Nayeon memanggil Tzuyu adalah 'Juyu' dan Tzuyu memanggil Nayeon adalah 'Nayu'.Bukankah mereka sangat akrab?
~o0o~
Nayeon duduk di halte bus seraya mendengarkan musik lewat headseatnya itu.Sungguh! Nayeon sangat cantik!.Kepalanya tertunduk mengutak atik dan jarinya handphonenya.Jarinya sungguh lentik! Oh tuhan!.
Kepalanya mendongak saat Nayeon mendengar bus berhenti.Tanpa basa basi ia langsung memasuki bus tersebut.Memilih kursi paling belakang adalah kebiasaannya.Mendengarkan musik dan melihat pemandangan di luar jendela sungguh nyaman dan sangat nyaman.
Rem bus terdengar kecil dan bus akhirnya berhenti tepat di depan gerbang bertuliskan DAEHWAN HIGHSCHOOL.Nayeon melepaskan earphonenya dan langsung turun dari bus itu.Seperti biasa,kedua sahabatnya kini menyambutnya dengan penuh keceriaan.
"Nayeon-a!!!"
"Nayuu!!!"
"Aish! Kalian ini kebiasaan!"
"Cah...Mana americano 20 menitmu itu!" Kata Tzuyu dengan nada meledek
"Yak! Kau ingin kujitak?!"
"Hei hei hei! Aku sudah lapar! Lebih baik kita pergi ke kantin dulu!" Jihyo memegangi perutnya yang sedang konser rilis lagu terbaru itu.
"Nado-yo! Kajja!" Ajak Tzuyu sambil merangkul kedua temannya itu.Mereka...tertawa bersama.
At kantin DAEHWAN HIGHSCHOOL
Masing masing dari mereka mengambil roti dan minuman kaleng.Saat Jihyo dan Tzuyu sudah duduk,Nayeon masih mengambil kembalian uangnya.Saat itu juga Seohyun datang dengan dua kawannya itu.Tatapan Seohyun yang tajam memang tidak menakutkan bagi Nayeon,namun bagi yang lain mungkin akan menakutkan.Nayeon mengabaikan tatapan itu dan hendak menyusul Tzuyu dan Jihyo yang sudah duduk di kursi kantin.
"Yak! Im Na Yeon!" Bentak Seohyun yang hampir membuat semua orang di kantin menengok ke arahnya.Nayeon hanya menatapnya dan tersenyum bingung,yah sebetulnya pura pura bingung.
"Berdiri kau!"bentak Seohyun lagi.
Belum sempat Nayeon berdiri,Jihyo telah membentaknya duluan.
"Yak! Joo Seo Hyun!" Bentar Jihyo.
"Kenapa kau ikut campur?!"
"Jika kau ingin aku tidak ikut campur,suruh pembantumu itu pergi!"
"Mwo?! Pembantu!? Yak! Park Ji Hyo! Apa kau tidak sadar bahwa kau sudah lancang?!" Bentar Yuri yang kaget sekaligus marah ketika mendengar kata 'pembantu'.
Nayeon yang kini terdiam ikut pula angkat tangan.Ia melangkah menuju Seohyun dengan tatapan tajam dan tangan yang terus mengepal erat.Tentu saja Seohyun ketakutan dan mundur,tetapi Nayeon malah melangkahkan kakinya terus menerus.Hingga...
PRANG!!
Jatuh! Piring itu jatuh! Seohyun kaget ketika piring yang ia senggol jatuh dan pecah.Kaki Seohyun mundur gemetar,matanya memerah dan bibirnya terlihat sangat gemetar.
"Yak! Im Na Yeon! Kau-" tidak sempat Seohyun melanjutkan kalimatnya tetapi sudah di potong dahulu oleh Nayeon.
"Wae?! Apa kau ketakutan,eungh? Kau ketakutan?!" Nayeon membentak sekaligus mencengkram kerah baju Seohyun.
"Lepaskan! Lepaskan Nayeon! Nayeon-a lepas!"
"Wae?! Jawab pertanyaanku tadi! Kau ketakutan?!"
"Ani yo! Aku tidak ketakutan!"
"Lalu kenapa tubuhmu bergetar?!"
"Yak! Neo!" Seohyun sudah ancang ancang ingin menampar pipi mulus milik Nayeon.
"Kau mau menamparku? Tamparlah! Tampar! Kau sudah membuat kedua sahabatmu ini menjadi pembantu! Lihatlah betapa menyedihkannya Yuri dan Yoona!"
"Kau sudah kelewatan,Im Na Yeon!" Tamparan itu hampir saja mendarat di pipi mulus Nayeon namun di hadang oleh seorang lelaki.Nayeon yang kaget menutup matanya itu kembali membuka matanya dan kebingungan sontak mengangkat alisnya.
"Yak! Siapa kau?!" Bentak Seohyun.
"Hmm?" Lelaki itu bergumam,menatap name tag milik Seohyun dan berkata lagi,"Joo Seo Hyun? Kau sungguh wanita yang cukup kasar kepada orang yang tidak kau kenal!".
"Lagi pula ini bukan urusanmu!"
Lelaki itu hanya terkekeh geli mendengar kata Seohyun dengan wajah yang ketakutan dan tubuh yang bergetar.Sementara Nayeon kebingungan melihat lelaki ini dan hanya bisa melihat punggungnya yang membelakanginya saja.Tidak! Ini hanyalah keajaiban atau mungkin hanya kebetulan.Nayeon hanya tersenyum tipis.
Tzuyu yang ada di meja kantin berdiri bingung dan menghampiri mereka bertiga.
"Xi Luhan?" Tanya Tzuyu (mand).
"Chou Tzu Yu? Adikku! Biaomei (sepupu)!! Lama tidak bertemu!!" Lelaki berumur 18 tahun itu berseru seraya memeluk Tzuyu dengan erat (mand).
"Shi(ya)! Zenme yang? (Bagaimana?) Apa aku terlihat lebih cantik?" Tanya Tzuyu melepaskan pelukannya (mand).
"Apa yang mereka bicarakan? Mereka benar benar bodoh! Yuri yoona! Kajja" umpat Seohyun.
"Yak! Kau pikir aku tidak mendengar?! Kali ini aku akan melepaskanmu nde?!" Balas Luhan yang memperhatikan punggul ketiga orang tersebut semakin menjauh sambil terkekeh geli.
~o0o~
"Shi! Aku pindah kesini,baru sampai! Kau pun tidak mengetahuinya,Biaomei!" Ledek Luhan (mand).
"Yak!" Tzuyu pun menjitak kepala Luhan.
Nayeon dan Jihyo yang melihatnya hanya terkekeh geli melihat perlakuan mereka berdua.
"Bagaimana dengan Jihoon oppa?" Tanya Tzuyu.
"Jihoon? Ahh..,dia akan kemari besok..aku sangat khawatir jika dia benar benar lupa jalan di Seoul ini,jadi besok aku akan menjemputnya" jawab Luhan menatap jendela yang penuh dengan tanaman bunga yang subur.
"Huhh,punya adik keras kepala seperti dia memang sangat menyusahkan bukan,gege?" (Mand)
"Hei! Bukan kah sama sepertimu,Biaomei!" (Mand)
"Kau ingin aku menjitak kepalamu lagi,ung?!"
"Ahh,sepertinya aku tidak enak badan,aku akan pulang,"
"Apa perlu ku antar?" Tanya Luhan.
"Ahh,Luhan-ssi tidak perlu repot repot,aku bisa sendiri,"
"Hmm?,bukankah kita sudah berteman? Tidak perlu formal!"
"Ahh,nde,gomawo"
Nayeon memegang erat ketiga buku novel kesayangannya.Ia benar benar menyayangi ketiga novel tersebut entar kenapa.Berjalan menyusuri lorong,hingga..
BRUK!!!
Ia di tabrak seorang lelaki yang sepertinya agak lebih tua darinya.Hingga tangannya lecet begitu pula dengan lututnya.Bukunya berhamburan,namun ia masih mengusap usap luka lecetnya itu.
"Aaa..." desah Nayeon kesakitan.
Lelaki itu membantu Nayeon mengambil semua novelnya dan memberikannya kepada Nayeon.Tak lupa juga ia memberikan plester kepadanya.
"Maaf,aku buru buru" hanya itu kata kata yang keluar dari lelaki tampan tersebut.Sementara Nayeon punggungnya yang makin lama makin menjauh dengan tatapan yang tajam.Benar! Ia sangat marah kepada lelaki tidak sopan kepadanya itu!.
"Aishh!! Lelaki itu benar benar tidak sopan!" Teriak Nayeon dengan tatapan yang tajam.
~o0o~
Terlihat lelaki yang tadi menabrak Nayeon itu menghampiri meja keberadaan Luhan,Tzuyu dan Jihyo dengan nafas tak beraturan.Ia pun ikut duduk dan bingung melihat ketiga orang ini juga bingung menatapnya.Oh Tuhan! Ia benar benar tidak suka di tatap seperti ini.Saat melihat wajah lelaki ini kebingungan sontak membuat Tzuyu tertawa terbahak bahak,bagaimanapun wajahnya sangat lucu.Kalian pasti tau dan sudah menebak siapa lelaki ini,yak! Park Jihoon.
Park Jihoon adalah adik tiri Xi Luhan.Ibunya,Park Hye Ra menikah dengan ayahnya luhan yaitu Xi Yunzhao.Ibu luhan dan suami Hyera sudah meninggal.Park Jihoon sering kali di panggil oleh ayahnya,Yunzhao,sebagai Xi Jiun,memang seluruh keluarganya memanggilnya begitu.Namun,jika di tempat lain,Jihoon di panggil Park Jihoon.Yah,sederhana,Hyera menikah dengan Yunzhao dan melahirkan Jihoon tidak,Jiun.Walaupun Jiun adalah adik tiri,Luhan sudah menganggapnya sebagai adik kandung.Ya memang,Yunzhao adalah pemilik saham perusahaan terbesar di china.Tentu saja termasuk orang terkaya di asia dan juga bersahabat baik dengan Im Dong Hyuk,ayah Nayeon.
*kita panggil Xi Jiun saja.
"Ge....gege" kata Jiun mengatur nafasnya yang tersenggal senggal (mand).
"Zenme? Apa terjadi sesuatu,Jiun?" Tanya Luhan kebingungan (mand).
"A...huh...a...aku ha...hampir membunuh seorang wanita,ta..tadi dia ku ta..tabrak" masih dengan nafas tersenggal senggal (mand).Jihyo tersenyum,ia mengerti apa yang di katakan mereka karena ia juga adalah keturunan mandarin.
"Tabrak?!! Yak! Park Jihoon! Bisakah kau hati hati?!" Bentak Tzuyu dengan tatapan tajam.
"Ai! Biaomei! bisakah kau tidak membentakku? Aku belum selesai bicara Tai chajingle! (Menyebalkan)" gerutu Jiun,"Dan kau! Jangan memanggilku Jihoon karena aku tidak suka!" (Mand)
"Apa perbedaan Xi Jiun dan Park Jihoon?" Tanya Jihyo polos (mand).
"Aiyo! (Aduh) apa kau sama sekali tidak mengerti? Aku lahir di China dan besar di china kenapa harus di panggil dengan nama korea?" Gerutu Jiun kembali (mand).
"geuleona (tetapi.kor) sekarang kau berada di mana?" Tanya Jihyo.
"a geulae (ah iya.kor) kau sedang menjebakku! Sekali aku tidak suka aku benar benar tidak suka!!"
"geugeoya? dangsin-i wonhaneundaelo! (Begitukah? Seterahmu!)" Bentak Jihyo.
Luhan dan Tzuyu hanya terkekeh geli melihat Jihoon dan Jihyo berkelahi.Sementar jauh dari sekolah mereka.Tepat di tempat yang begitu megah,rumah keluarga Im!.Nayeon menangis,gadis remaja itu menangis di pojokan.Rasanya sangat sesak,apalagi melihat Luhan dan Tzuyu bercanda tawa.Sesak sekali rasanya! Dalam kamar serba biru yang gelap,semuanya ia sengajakan gelap! Ia menangis!.
Johyun oppa! Aku ingin bersama denganmu! Aku ingin bertemu denganmu! Katakan! Aku harus apa?! Aku harus bagaimana Johyun oppa! Aku tidak bisa menepati janjiku untuk mencari pacar dan mencari seseorang untuk kau panggil adik ipar disana! Katakan oppa! Aku harus apa?! Apa aku harus bunuh diri? Apa aku harus membuat kecelakaan sengaja,sepertimu?! Katakan oppa aku harus apa!! JEBAL! KATAKAN OPPA AKU HARUS APAA?!! JOHYUN OPPA!!!,tangis Nayeon mulai bersuara.Airmatanya turun sangat deras.Ia tidak dapat menahannya.Ia sangat merindukan kakaknya yang sekarang berada di dalam gundukan tanah itu.Im Jo Hyun,kakak kandung Nayeon meninggal 7 bulan laku di karenakan kecelakaan.Polisi mengatakan bahwa kecelakaan itu di sengajakan.
Nyonya Im dan Tuan Im sungguh tidak percaya!.Bahkan 3 hari setelahnya,harusnya Johyun menyiapkan diri untuk segera bertunangan!.Yap! Bertunangan dengan Joo Hye Ri,kakak Seohyun.Karena itulah Nayeon sangat membenci keluarga Seohyun.Namun,Seohyun sendiri tidak mengetahui akan hal ini.
Maafkan aku...oppa....
[LINK MASIH BELUM TERSEDIA]
Kunjungi instagram aku!
Dan aku butuh pendapat kalian,gimana kalo aku buat akun line official? Line@?
Komen di bawah oke ;)
Aku juga ingin mengatakan bahwa Jjea Mayang adalah penulis idolaku! Dia orang yang jadi membuatku penuh inspirasi! Walau mungkin dia gak kenal aku hehe '-'
Paipai gaes :*
Btw aku istrinya syugah❣ dan jiun masa depan kuhh๐
*maap untuk yang ngebiasin mereka juga,karena aku hanya mengkhayal :v
